Home
Tentang Program
“Islam dan Hak asasi Manusia”
Program Beasiswa
Artikel
Bibliografi
Para Sarjana
Beasiswa untuk Perubahan Sosial
Kembali ke sajian Inggris

> BIOGRAFI PENERIMA BEASISWA
> PROYEK RISET PARA PENERIMA BEASISWA

Penerima Beasiswa

BIOGRAFI PENERIMA BEASISWA

Hameed O. Agberemi, adalah Direktur dan Koordinator Gerakan Riset Al-Fataah, sebuah LSM yang bermarkas di Ibadan dan bekerja untuk hak-hak dan Kesehatan Reproduksi Perempuan dalam konteks Islam. Ia juga seorang anggota utama Masyarakat untuk Studi Sosial Islam di Nigeria, sebuah jaringan riset dan advokasi yang bekerja untuk memajukan hak-hak dan kedamaian para pendukung lokal. Risetnya meneliti akan akibat-akibat terhadap peningkatan kedamaian dan hak-hak asasi perempuan dan kelompok-kelompok non Muslim, sebagai tuntutan untuk menegakkan Syari’ah di Nigeria Barat Daya. Hameed adalah calon Master dalam Studi Konflik dan Kedamaian di Institut Studi Afrika, Universitas Ibadan, tempat ia meraih gelar Diploma di bidang Pendidikan. Ia mendapatkan gelar pertamanya di bidang Ilmu dan Teknologi Makanan Universitas Obafemi Owolowo, Nigeria.

Email: Hagberemi@law.emory.edu|

Ali Ahmad, adalah dosen di Universitas Bayero, Nigeria. Saat ini ia sedang meneliti penerapan Syari’ah di Nigeria dan Pengaruhnya terhadap Hak Asasi Manusia dan Demokrasi. Ahmad memegang gelar SJD dari Fakultas Hukum Universitas George Washington, gelar LLM dari Universitas Harvard dan LLB dari Universitas Bayero.

Email: aahmad@law.emory.edu|

Salbiah Ahmad, adalah seorang hakim dari Malaysia. Ia belajar hukum di Universitas Singapura. Ia sudah bekerja utuk isu-isu perempuan, agama, dan hukum di tingkat nasional dan regional selama kurang lebih 15 tahun. Ia penulis di kolom MALAYA! di situs www.malaysiakini.com, tentang isu-isu demokrasi, hak asasi manusia, hukum, dan Islam. Saat ini ia bekerja pada proyek tentang Islam di Malausia, dalam perspektif konstitusi dan hak asasi manusia.

Email: sahmad@law.emory.edu|

Jamila Bargach, adalah seorang Asisten Profesor dalam ilmu-ilmu sosial di Natinoal School of Architecture di Maroko. Proyeknya difokuskan pada usaha-usaha bersama asosiasi-asosiasi Muslim lokal di salah satu daerah termiskin di Maroko agar mereka mendapatkan pengakuan dari Kovenan Internasional dalam hal hak-hak ekonomi, sosial, dan budaya. Ia memegang gelar Ph.D dalam antropologi budaya dari Universitas Rice.

Email: jamila_bargach@usa.net|

Codou Bop, adalah seorang Koordinator GREFELS, sebuah organisasi hak-hak asasi perempuan di Senegal yang mengorganisir kampanye advokasi untuk pelanggaran Hak Asasi Manusia terhadap perempuan. Ia juga berafiliasi dengan sejumlah besar kelompok-kelompok perempuan Afrika lainnya. Proyeknya sedang meneliti pengaruh hukum Islam terhadap hak-hak reproduksi perempuan di Senegal. Ia adalah anggota komisi yang merumuskan program pertama pemerintah Senegal dalam hal hak-hak reproduksi. Ia juga sukses berkampanye untuk Undang-Undang yang menghukum kekerasan terhadap perempuan, perkosaan, dan kawin sedarah (incest). Pemegang gelar Master dalam Ilmu Sejarah dari Universitas Paris VII ini menyelesaikan studinya di Universitas Bahar, Universitas Sarbonne, dan Universitas Rutgers.

Email: codoubob@sentoo.sn|

Siti Ruhaini Dzuhayatin, adalah seorang dosen Sosiologi serta Direktur Pusat Studi Wanita (PSW) di Institut Agama Islam Negeri Yogyakarta, Indonesia. Risetnya difokuskan pada penyebaran dan pengaruh Fundamentalisme Islam dan dampak negatifnya terhadap perempuan di Indonesia.

Email: rdzuha@law.emory.edu| dan psw-suka@yogya.wasantara.net.id|

Jamail A. Kamlia, adalah seorang Guru Besar Sejarah dan Wakil Konselor untuk Kantor Riset dan Pengembangan di Universitas Mindanao-Institut Teknologi LLigan (MSU-IIT), LLigan, Philipina. Proyeknya meneliti pengaruh praktik Islam tradisional dan institusionalisasi hukum Syari’ah terhadap hak-hak asasi perempuan dan keadilan jender di tengah-tengah masyarakat Muslim Philipina dan Philipina Selatan. Jamail adalah pemegang gelar Ph.D untuk Studi Philipina dan gelar Master dalam Studi Asia dari Universitas Philipina.

Email: jkamlian@law.emory.edu|

Lily Zakiyah Munir, adalah Direktur Pusat Studi Pesantren dan Demokrasi, Jombang, Indonesia. Risetnya akan meneliti faktor-faktor yang mungkin memicu perlunya penegakan Syari’ah Islam dan bagaimana pengaruhnya terhadap keadilan dan kesetaraan jender.

Email: lmunir@law.emory.edu|

Huda Seif, adalah pemegang gelar M.Phil dan Ph.D dalam Antropologi dari Universitas Colombia. Saat ini ia bekerja untuk mengembangkan Platform Hukum Islam untuk hak-hak konstitusi kelompok-kelompok etnis minoritas di Yaman, sebuah negeri yang selama berabad-abad penduduk yang berdarah campuran Afrika tidak bisa memperoleh pekerjaan kalangan atas, atau kedudukan dalam pemerintahan, serta tidak memiliki tanah. Sebelumnya Seif pernah bekerja untuk PBB di Afganistan, Somalia, dan Yaman. Sebagai seorang pejabat PBB untuk Hak Asasi Manusia dan Jender, ia membantu perempuan untuk mendapatkan akses ke pelayanan-pelayanan penting pemerintah, seperti perawatan kesehatan dan pendidikan.

Email: hsl26@colombia.edu|

Recep Senturk, adalah seorang penerima beasiswa riset di Pusat Riset Islam di Istambul. Ia meneliti tentang model pendekatan dua madzhab pemikiran hukum Islam klasik terhadap persoalan Hak Asasi Manusia Universal. Salah satu madzhab tersebut yang dipimpin oleh Abu Hanifah (699-767), berpendapat bahwa manusia memiliki hak-hak dasar tertentu (ishmah) yang tidak bisa dicabut oleh otoritas manapun. Madzhab lainnya, yang dipimpin oleh Al-Shafi (767-820), berpendapat bahwa non-Muslim tidak memiliki ishmah kecuali bila mereka membuat perjanjian dengan negara Muslim dan membayar pajak untuk perlindungan mereka. Senturk bermaksud menunjukkan bahwa khazanah Islam klasik menyimpan dasar-dasar filosofis yang kokoh bagi konsep modern tentang Hak Asasi Manusia. Ia meraih gelar Ph.D dalam Sosiologi dari Universitas Columbia.

Email: rasl3@turk.net|